Makalah HIPOTIROID



MAKALAH  SISTEM ENDOKRIN
HIPOTIROID


Disusun oleh:
KELOMPOK  :  4
1.             AHMAD SAIKU LUTFI
2.             ANDICKA PRATAMA
3.             DWI ROHMAWATI
4.             FATIMAH NURCAHYA PUTRI
5.             RAYON MARDIWASIS
6.             YENI MUSTIKA
7.             YULI HESTI MALINDA SAGALA

Dosen : Septi Kurniasari, M. Kep., Sp. KMB

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
BANDAR LAMPUNG
TA. 2013



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya makalah Hipotiroid dalam memenuhi tugas mata kuliah Sistem Endokrin.
Makalah ini disusun berupaya meningkatkan kemampuan dalam pemahaman mengenai Hipotiroid  . Materi dalam makalah ini bersumber dari buku atau media cetak , dan informasi dunia maya ( Internet ) .
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Sistem Endokrin yang telah memberikan tugas dalam upaya meningkatkan kemampuan kami untuk memahami materi tersebut dan sebagai pembelajaran secara berkelompok .
Dalam penyusunan makalah ini , Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan pengetahuan penyusun , oleh sebab itu kritik dan saran sangat diperlukan  untuk penyempurnaan makalah ini dan demi kualitas penyusunan makalah selanjutnya . 



Bandar Lampung, 19 Maret  2013


Penyusun

    
     
Halaman Judul                      ................................................................                               

Kata Pengantar                     ................................................................                                2
Daftar isi                                ................................................................                                3

BAB I PENDAHULUAN    ......................................................................                          3
1.1 Latar Belakang               ......................................................................                          3
1.2 Tujuan                             ......................................................................                          4

BAB II PEMBAHASAN      ......................................................................                          5
2.1 Definisi                             ......................................................................                          5
2.2 Etiologi                             ......................................................................                          5
2.3 Jenis - jenis                       ......................................................................                          5
2.4 Gejala – gejala                 ......................................................................                          6
2.5 Fatofisiologi                     ......................................................................                          7
2.6 Gambaran Klinis            ......................................................................                          8
2.7 Pemeriksaan Diagnostik .....................................................................                           8
2.8  Penatalaksanaan Medis dan Komplikasi .........................................                           8
2.9 Asuhan keperawatan      .....................................................................                           9

BAB III PENUTUP              ......................................................................                          15
3.1 Kesimpulan                      ......................................................................                          15
3.2 Saran                                .....................................................................                           15
DAFTAR PUSTAKA          ......................................................................                          16


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Kelenjar tiroid terletak di leher, antara fasia koli media dan fasia prevertebralis. Di dalam ruang yang sama terletak trakea, esofagus, pembuluh darah besar, dan saraf. Kelenjar tiroid melekat pada trakea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Arteri karotis komunis, arteri jugularis interna, dan nervus vagus terletak bersama di dalam sarung tertutup do laterodorsal tiroid. Nervus rekurens terletak di dorsal tiroid sebelum masuk laring. Nervus frenikus dan trunkus simpatikus tidak masuk ke dalam ruang antara fasia media dan prevertebralis.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid utama yaitu tiroksin. Bentuk aktif hormon ini adalah triiodotironin yang sebagian besar berasal dari konversi hormon tiroksin di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tiroid. Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid (Thyroid Stimulating Hormon) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Kelenjar ini secara langsung dipengaruhi dan diatur aktivitasnya oleh kadar hormon tiroid dalam sirkulasi, yang bertindak sebagai umpan balik negatif terhadap lobus anterior hipofisis dan terhadap sekresi hormon pelepas tirotropin dari hipothalamus. Hormon tiroid mempunyai pangaruh yang bermacam-macam terhadap jaringan tubuh yang berhubungan dengan metabolisme sel.

Kelenjar tiroid juga mengeluarkan kalsitonin dari sel parafolikuler. Kalsitonin adalah polipeptida yang menurunkan kadar kalsium serum, mungkin melalui pengaruhnya terhadap tulang.

Hormon tiroid memang suatu hormon yang dibutuhkan oleh hampir semua proses tubuh termasuk proses metabolisme, sehingga perubahan hiper atau hipotiroidisme berpengaruh atas berbagai peristiwa. Efek metaboliknya antara lain adalah termoregulasi, metabolisme protein, metabolisme karbohidrat, metabolisme lemak, dan vitamin A.


Status tiroid seseorang ditentukan oleh kecukupan sel atas hormon tiroid dan bukan kadar normal hormon tiroid dalam darah. Ada beberapa prinsip faal dasar yang perlu diingat kembali. Pertama bahwa hormon yang aktif adalah free-hormon. Kedua bahwa metabolisme sel didasarkan adanya free T3 bukan free T4. ketiga bahwa distribusi enzim deyodinasi I, II, dan III (DI, DII, DIII) di berbagai organ tubuh berbeda, dimana DI banyak ditemukan di hepar, ginjal, dan tiroid. DII utamanya di otak, hipofisis dan DIII hampir seluruhnya di jaringan fetal (otak, plasenta). Hanya DI yang direm oleh PTU.


1.2            Tujuan

Tujuan makalah ini adalah mengetahui tinjauan mengenai hipotiroid Diantaranya adalah:


  • ü  Mengetahui Definisi Hipotiroid
    ü  Menyebutkan Penyebab Hipotiroid
    ü  Mengetahui dan Mengenal jenis serta gejalanya
    ü  Menyebutkan dan menjelaskan Ganbaran klinis
    ü  Mengetahui dan Mengenal pemeriksaan Diagnnostik
    ü  Menyelesaikan kasus-kasus yang berkaitan dengan hipotiroid
    ü  Mengenal dan  menyebutkan Komplikasi dan penatalaksanaan
    ü  Mampu merumuskan Diagnosa keperawatan








 BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Definisi Hipotiroid

Hipotiroid adalah suatu kondisi yang dikarakteristikan oleh produksi hormon tiroid yang rendah. Ada banyak kekacauan-kekacauan yang berakibat pada hipotiroid. Kekacauan-kekacauan ini mungkin langsung atau tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid. Karena hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan banyak proses-proses sel, hormon tiroid yang tidak memadai mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang meluas untuk tubuh.

2.2   Etiologi

Hipotiroid adalah suatu kondisi yang sangat umum. Diperkirakan bahwa 3% sampai 5% dari populasi mempunyai beberapa bentuk hipotiroid. Kondisi yang lebih umum terjadi pada wanita dari pada pria dan kejadian-kejadiannya meningkat sesuai dengan umur.
Dibawah adalah suatu daftar dari beberapa penyebab-penyebab umum hipotiroid pada orang-orang dewasa diikuti oleh suatu diskusi dari kondisi-kondisi ini.
a.       Hashimoto's thyroiditis
b.      Lymphocytic thyroiditis (yang mungkin terjadi setelah hipertiroid)
c.       Penghancuran tiroid (dari yodium ber-radioaktif atau operasi)
d.      Penyakit pituitari atau hipotalamus
e.       Obat-obatan
f.       Kekurangan yodium yang berat

2.3   Jenis-jenis Hipotiroid

Lebih dari 95% penderita hipotiroid mengalami hipotiroid primer atau tiroidal yang mengacu kepada disfungsi kelenjar tiroid itu sendiri. Apabila disfungsi tiroid disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis, hipotalamus atau keduanya hipotiroid sentral (hipotiroid sekunder) atau pituitaria. Jika sepenuhnya disebabkan oleh hipofisis hipotiroid tersier.
a.       Primer
1.       Goiter : Tiroiditis Hashimoto, fase penyembuhan setelah tiroiditis, defisiensi yodium
2.       Non-goiter : destruksi pembedahan, kondisi setelah pemberian yodium radioaktif atau radiasi eksternal, agenesis, amiodaron
b.      Sekunder :
 kegagalan hipotalamus (↓ TRH, TSH yang berubah-ubah, ↓ T4 bebas) atau kegagalan pituitari (↓ TSH, ↓ T4 bebas)

2.4   Gejala- gejala hipotiroid

Gejala-gejala hipotiroid adalah seringkali tidak kelihatan. Mereka tidak spesifik (yang berarti mereka dapat meniru gejala-gejala dari banyak kondisi-kondisi lain) dan adalah seringkali dihubungkan pada penuaan. Pasien-pasien dengan hipotiroid ringan mungkin tidak mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala. Gejala-gejala umumnya menjadi lebih nyata ketika kondisinya memburuk dan mayoritas dari keluhan-keluhan ini berhubungan dengan suatu perlambatan metabolisme tubuh.
Gejala-gejala umum sebagai berikut:
v Kelelahan
v Depresi
v Kenaikkan berat badan
v Ketidaktoleranan dingin
v Ngantuk yang berlebihan
v Rambut yang kering dan kasar
v Sembelit
v Kulit kering
v Kejang-kejang otot
v Tingkat-tingkat kolesterol yag meningkat
v Konsentrasi menurun
v Sakit-sakit dan nyeri-nyeri yang samar-samar
v Kaki-kaki yang bengkak

Ketika penyakit menjadi lebih berat, mungkin ada bengkak-bengak disekeliling mata, suatu denyut jantung yang melambat, suatu penurunan temperatur tubuh, dan gagal jantung. Dalam bentuknya yang amat besar, hipotiroid yang berat mungkin menjurus pada suatu koma yang mengancam nyawa (miksedema koma). Pada seorang yang mempunyai hipotiroid yang berat, suatu miksedema koma cenderung dipicu oleh penyakit-penyakit berat, operasi, stres, atau luka trauma.
Kondisi ini memerlukan opname (masuk rumah sakit) dan perawatan segera dengan hormon-hormon tiroid yang diberikan melalui suntikan di diagnosis secara benar, hipotiroid dapat dengan mudah dan sepenuhnya dirawat dengan penggantian hormon tiroid. Pada sisi lain, hipotiroid yang tidak dirawat dapat menjurus pada suatu pembesaran jantung (cardiomyopathy), gagal jantung yang memburuk, dan suatu akumulasi cairan sekitar paru-paru (pleural effusion).

2.5  Patofisiologi

Hipotiroid dapat disebabkan oleh gangguan sintesis hormon tiroid atau gangguan pada respon jaringan terhadap hormon tiroid. Sintesis hormon tiroid diatur sebagai berikut :
1.      Hipotalamus membuat Thyrotropin Releasing Hormone (TRH) yang merangsang hipofisis anterior.
2.      Hipofisis anterior mensintesis thyrotropin (Thyroid Stimulating Hormone = TSH) yang merangsang kelenjar tiroid.
3.      Kelenjar tiroid mensintesis hormon tiroid (Triiodothyronin = T3 dan Tetraiodothyronin = T4 = Thyroxin) yang merangsang metabolisme jaringan yang meliputi: konsumsi oksigen, produksi panas tubuh, fungsi syaraf, metabolisme protrein, karbohidrat, lemak, dan vitamin-vitamin, serta kerja daripada hormon-hormon lain.

Hipotiroid dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid, maka kadar HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan hipotalamus.
Apabila hipotiroid terjadi akibat malfungsi hipofisis, maka kadar HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. TRH dari hipotalamus tinggi karena. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT. Hipotiroid yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan rendahnya kadar HT, TSH, dan TRH.


2.6  Gambaran Klinis

a.       Kelambanan, perlambatan daya pikir, dan gerakan yang canggung lambat
b.      Penurunan frekuensi denyut jantung, pembesaran jantung (jantung miksedema), dan penurunan curah jantung.
c.       Pembengkakkan dan edema kulit, terutama di bawah mata dan di pergelangan kaki
d.      Penurunan kecepatan metabolisme, penurunan kebutuhan kalori, penurunan nafsu makan dan penyerapan zat gizi dari saluran cema
e.       Konstipasi
f.       Perubahan-perubahan dalam fungsi reproduksi
g.      Kulit kering dan bersisik serta rambut kepala dan tubuh yang tipis dan rapuh

2.7  Pemeriksaan Diagnostik

a.       Untuk mendiagnosis hipotiroidisme primer, kebanyakan dokter hanya mengukur jumlah TSH (Thyroid-stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kel. hipofisis.
b.      Level TSH yang tinggi menunjukkan kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yg adekuat (terutama tiroksin(T4) dan sedikit triiodotironin(fT3).
c.       Tetapi untuk mendiagnosis hipotiroidisme sekunder dan tertier tidak dapat dgn hanya mengukur level TSH.
d.      Oleh itu, uji darah yang perlu dilakukan (jika TSH normal dan hipotiroidisme masih disuspek), sbb:
1.      free triiodothyronine (fT3)
2.       free levothyroxine (fT4)
3.      total T3
4.      total T4
5.      24 hour urine free T3

2.8  Penatalaksanaan Medis dan Komplikasi
Koma miksedema adalah situasi yang mengancam nyawa yang ditandai oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa menggigil, hipotensi, hipoglikemia, hipoventilasi, dan penurunan kesadaran hingga koma. Kematian dapat terjadi apabila tidak diberikan HT dan stabilisasi semua gejala. Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedem), hormon tiroid bisa diberikan secara intravena.
Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid, yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). Yang banyak disukai adalah hormon tiroid buatan T4. Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar tiroid hewan).
Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah, karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius. Dosisnya diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. Obat ini biasanya terus diminum sepanjang hidup penderita.
Pengobatan selalu mencakup pemberian tiroksin sintetik sebagai pengganti hormon tiroid. Apabila penyebab hipotiroidism berkaitan dengan tumor susunan saraf pusat, maka dapat diberikan kemoterapi, radiasi, atau pembedahan.


2.9 Asuhan keperawatan
v  Pengkajian
Dampak penurunan kadar hormon dalam tubuh sangat bervariasi, oleh karena itu lakukanlah pengkajian terhadap ha1-ha1 penting yang dapat menggali sebanyak mungkin informasi antara lain:
a.       Identitas pasien :
- Nama  -Umur - Jenis kelamin -Pekerjaan -Berat badan -Tinggi badan.
b.      Keluhan utama :
c.       Riwayat kesehatan  :
d.      Kebiasaan hidup sehari-hari seperti:
1.      Pola makan
2.      Pola tidur
3.      Pola aktivitas

e.       Pemeriksaan fisik mencakup :
1)      Sistem intergument, seperti : kulit dingin, pucat , kering, bersisik dan menebal,pertumbuhan kuku buruk, kuku menebal, rambut kering, kasar, rambut rontok dan pertumbuhannya rontok.
2)      Sistem pulmonary, seperti : hipoventilasi, pleural efusi, dispenia
3)      Sistem kardiovaskular, seperti : bradikardi, disritmia, pembesaran jantung, toleransi terhadap aktifitas menurun, hipotensi.
4)      Metabolik, seperti : penurunan metabolisme basal, penurunan suhu tubuh, intoleransi terhadap dingin.
5)      Sistem musculoskeletal, seperti : nyeri otot, kontraksi dan relaksasi otot yang melambat.
6)      Sistem neurologi, seperti : fungsi intelektual yang lambat, berbicara lambat dan terbata-bata, gangguan memori, perhatian kurang, bingung, hilang pendengaran, penurunan refleks tendom.
7)      Gastrointestinal, seperti : anoreksia, peningkatan berat badan, obstipasi, distensi abdomen.
8)      Psikologis dan emosional ; apatis, igitasi, depresi, paranoid, menarik diri/kurang percaya diri, dan bahkan maniak.
f.       Pemeriksaan Penunjang :
1)      Pemeriksaan kadar T3 dan T4 pada pasien yaitu : Kadar T3 15pg/dl, dan kadar T4 20µg/dl.
2)      Pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH serum, sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun atau normal) : Kadar TSH pada pasien tersebut yaitu <0,005µIU/ml,
g.      Pemeriksaan USG : Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang tepat tentang ukuran dan bentuk kelenjar tiroid dan nodul h.
h.      Analisis Data :
1)      Gangguan persepsi sensorik (penglihatan) berdasarkan gangguan transmisi impuls sensorik sebagai akibat oftalmopati .
2)      Penurunan curah jantung berdasarkan penurunan volume sekuncup sebagai akibat bradikardi, hipotensi.
3)      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berdasarkan  penurunan kebutuhan metabolisme, dan napsu makan yang  menurun.
4)      Pola nafas tidak efektif berdasarkan  penurunan tenaga/ kelelahan, ekspansi paru yang menurun, dispnea.

v  3.2  Diagnosa Keperawatan

a.       Gangguan persepsi sensorik (penglihatan) berdasarkan gangguan transmisi impuls sensorik sebagai akibat oftalmopati.
b.      Penurunan curah jantung berdasarkan penurunan volume sekuncup sebagai akibat bradikardi, dan hipoventilasi.
c.       Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berdasarkan penurunan kebutuhan metabolisme: napsu makan menurun.
d.      Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif.
e.       Perubahan suhu tubuh.
f.       Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal
g.      Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi
h.      Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan.

v  3.3  Intervensi

Dx 1. Gangguan persepsi sensorik (penglihatan) berdasarkan gangguan transmisi impuls sensorik sebagai akibat oftalmopati.
Tujuan : agar pasien tidak mengalami penurunan visus yang lebih buruk dan tidak terjadi trauma/cedera pada mata.
Intervensi :
1.      Anjurkan pada pasian bila tidur dengan posisi elevasi kepala.
2.      Basahi mata dengan borwater steril.
3.      Jika ada photophobia, anjurkan pasien menggunakan kacamata rayben
4.      Jika pasien tidak dapat menutup mata rapat pada saat tidur, gunakan plester non alergi.
5.      Berikan obat-obatan steroid sesuai program. Pada kasus-kasus yang berat, biasanya dokter memberikan obat-obat untuk mengurangi edema seperti steroid dan diuretik.

Dx 2. Penurunan curah jantung berdasarkan penurunan volume sekuncup sebagai akibat bradikardi, hipoventilasi.
Tujuan : agar fungsi kardiovaskuler tetap optimal yang ditandai dengan tekanan darah, dan irama jantung dalam batas normal.
Intervensi :
1.      Pantau tekanan darah, denyut dan irama jantung setiap 2 jam untuk mengindikasi kemungkinan terjadinya gangguan hemodinamik jantung seperti hipotensi, penurunan pengeluaran urine dan perubahan status mental.
2.      Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat segera bila pasien mengalami nyeri dada, karena pada pasien dengan hipotiroid kronik dapat berkembang arteiosklerosis arteri koronaria.
3.      Kolaborasi pemberian obat-obatan untuk mengurangi gejalah-gejalah.
Obat yang sering digunakan adalah levotyroxine sodium.
Observasi dengan ketat adanya nyeri dada dan dispenia. Pada dosis awal pemberian obat biasanya dokter memberikan dosis minimal, yang kemudian ditingkatkan secara bertahap setiap 2 – 3 minggu sampai ditemukan dosis yang tepat untuk pemeliharaan.
4.      Ajarkan kepada pasien dan keluarga cara penggunaan obat serta tanda-tanda yang harus diwaspadai bila terjadi hipertiroid akibat penggunaan obat yang berlebihan.

Dx 3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berdasarkan penurunan kebutuhan metabolisme dan napsu makan menurun.
Tujuan : agar nutrisi pasien dapat terpenuhi dengan kriteria : berat badan bertambah,tekstur kulit baik.
Intervensi :
1.      Dorong peningkatan asupan cairan
2.      Berikan makanan yang kaya akan serat
3.      Ajarkan kepada klien, tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air.
4.      Pantau fungsi usus
5.      Dorong klien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan.
6.      Kolaborasi : untuk pemberian obat pecahar dan enema bila diperlukan

Dx 4. Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif.
Tujuan : agar pasien dapat beristirahat.
Intervensi :
1.      Atur interval waktu antar aktivitas untuk meningkatkan istirahat dan latihan yang dapat ditolerir.
2.      Bantu aktivitas perawatan mandiri ketika pasien berada dalam keadaan lelah.
3.      Berikan stimulasi melalui percakapan dan aktifitas yang tidak menimbulkan stress.
4.      Pantau respon pasien terhadap peningkatan aktivitas.

Dx 5. Penurunan Suhu Tubuh.
Tujuan : Pemeliharaan suhu tubuh normal.
Intervensi :
1.      Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut.
2.      Hindari dan cegah penggunaan sumber panas dari luar (misalnya, bantal pemanas, selimut listrik atau penghangat).
3.      Pantau suhu tubuh pasien dan melaporkan penurunannya dari nilai dasar suhu normal pasien.
4.      Lindungi terhadap hawa dingin dan hembusan angin.

Dx 6. Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal.
Tujuan : Pemulihan fungsi usus yang normal.
Intervensi :
1.      Dorong peningkatan asupan cairan.
2.      Berikan makanan yang kaya akan serat.
3.      Ajarkan kepada pasien, tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air.
4.      Pantau fungsi usus
5.      Dorong pasien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan.
6.      Kolaborasi : untuk pemberian obat pencahar dan enema bila diperlukan.

Dx 7. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi.
Tujuan : Perbaikan status respirasi dan pemeliharaan pola napas yang normal.
Intervensi :
1.      Pantau frekuensi; kedalaman, pola pernapasan; oksimetri denyut nadi dan gas darah arterial.
2.      Dorong pasien untuk napas dalam dan batuk.
3.      Berikan obat (hipnotik dan sedatip) dengan hati-hati.
4.      Pelihara saluran napas pasien dengan melakukan pengisapan dan dukungan ventilasi jika diperlukan.

Dx 8. Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan.
Tujuan : Perbaikan proses berpikir
Intervensi :
1.      Orientasikan pasien terhadap waktu, tempat, tanggal dan kejadian disekitar dirinya.
2.      Berikan stimulasi lewat percakapan dan aktifitas
3.      Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa perubahan pada fungsi kognitif dan mental merupakan akibat dan proses penyakit .















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan Buku Patologi, disebutkan defisiensi ataupun resistensi perifer terhadap hormon tiroid menimbulkan keadaan hipermetabolik terhadap hipotiroidisme. Apabila kekurangan hormon timbul pada anak-anak dapat menimbulkan kretinisme. Pada anak yang sudah agak besar atau pada umur dewasa dapat menimbulkan miksedema, disebut demikian karena adanya edematus, penebalan merata dari kulit yang timbul akibat penimbunan mukopolisakarida hidrofilik pada jaringan ikat di seluruh tubuh.

Pada Buku Ilmu Kesehatan Anak, kretinisme atau hipotiroidisme kongenital dipakai kalau kelainan kelenjar tiroidea sudah ada pada waktu lahir atau sebelumnya. Kalau kelainan tersebut timbul pada anak yang sebelumnya normal, maka lebih baik dipakai istilah hipotiroidisme juvenilis atau didapat.

3.2 Saran

Peran perawat dalam penanganan hipotiroidisme dan mencegah terjadinya hipotiroidisme adalah dengan memberikan asuhan keperawatan yang tepat. Asuhan keperawatan yang tepat untuk klien harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi serius yang dapat terjadi seiring dengan kejadian hipotiroidisme.

















DAFTAR PUSTAKA




Flynn RW, McDonald TM, Jung RT, et al. Mortality and vascular outcomes in patients treated for thyroid dysfunction, http://www.aafp.org/afp/20071001/bmj.html last log in : December 1,2007

McDermott MT, Woodmansee WW, Haugen BR, Smart A,Ridgway EC. The Management of subclinical hyperthyroidism by thyroid specialists. Thyroid 2004,90-110

Van Sande J, Parma J, Tonacchera M, Swillens S, Dumont J,Vassart G. Somatic and clinical in thyroid diseases.2003, 201-220

 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

PENTINGNYA MEMBALAS SMS

PENTINGNYA MEMBALAS SMS


Mungkin buat agan sema ini kelihatannya sepele ya?
Yah.. memang kelihatannya sepele, tapi sesuatu yang kita anggap sepele terkadang begitu amat sangat penting dan berharga untuk orang lain. Karena kita menganggap sepele, maka dengan mudah kita menyepelekan orang lain.

Pasti banyak yang merasakan sebel ketika sms nya tidak dibalas, atau agan sendiri pernah ngerasain sendiri sms ga di bales ato ga ngebales sms orang lain. kalo misalkan agan adalah seorang anak kost mengirim sms ke orang tua nya yang isinya hari ini agan butuh uang karena kecelakaan dan perlu biaya untuk bayar berobat di rumah sakit. Balasan dari orang tua sungguh amat sangat berharga dan begitu ditunggu-tunggu.

Atau teman agan mengirim SMS nanyain dimana kelas kuliah siang ini. Karena mungkin temen agan itu ngeSMS sangat terburu-buru dan jam masuk sudah mepet, maka jawaban SMS agan itu akan menjadi sangat penting buat dia.

Atau aja agan mau ngelamar cewe agan terus ngirim SMS kepada orang tua si calon istri dalam minggu ini akan datang untuk melakukan lamaran. Jawaban orang tua si calon istri ini akan sangat penting bagi agan sekalian. Mungkin bisa-bisa dia tidak bisa tidur karena menunggu SMS nya dibalas.

Membalas SMS merupakan bentuk penghargaan kita terhadap orang lain. Di situ kita belajar menghargai si pengirim SMS siapapun dia, mau temen, cewe agan, cowo aganwati, selingkuhan, bonyok, ataupun jarkomer kampus. Butuh berapa menit sih untuk sekedar mengetik SMS dengan tulisan "maaf, saya kurang tau kelasnya", atau "saya lagi di jalan, nanti ingatkan saya lagi ya?", atau "saya lagi sibuk, nanti kami musyawarahkan dulu". Mungkin hanya butuh hitungan menit, apalagi kalo agan pro ngetik mungkin bakal cuma beberapa detik. Tidak sampai berjam-jam, berhari-hari atau berminggu-minggu.

Apa yang kita rasakan ketika kita berbicara dengan seorang teman / lawan bicara kita, setelah kita bercerita panjang lebar, lawan bicara kita hanya diam saja dan berlalu. Pasti sebel kan? Kenapa sebel ? Karena lawan kita sama-sama manusia normal, punya telinga, punya mata, punya hati, dan seolah kita dianggap sebagai makhluk mati atau mungkin sebagai binatang yang suaranya tidak perlu didengarkan dengan seksama.

Kita tidak pernah tau, seberapa berharganya jawaban SMS kita untuk orang lain. Ingat.. SMS sama halnya dengan bicara langsung. Kita sedang berhadapan dengan orangnya langsung walau di ujung lautan sana. Bukan dengan tembok, atau dengan meja, atau dengan anjing. Di ujung sana, ada manusia yang mempunyai perasaan, mempunyai pikiran, mempunyai hati, mempunyai kepentingan, dan mempunyai urgensi agar kita membalas SMS nya. walaupun hanya sekedar kata "ya" atau "oke" "sip" "siap" dsb. itu udah ngebuat lawan bicara agan tenang, apalagi jarkomer kaya ane yang sering di harkosin kalo minta jawaban bisa ato engga.

Ane punya pengalaman nih. Dulu ane pernah jadi jarkomer di kelas gara gara selalu siap sedia pulsa. tapi bukan penjual pulsa ya gan hehe. waktu itu pas liburan ane nge jarkomin kalo kelas kita bakal ada rencana main bareng makan makan gitu gan terus ane minta konfirmasi siapa aja yg mau dateng biar di pesenin tempat sama makanannya. itu jarkom udah kumplit waktu tempat fasilitas semuanya dah gan, tinggal nunggu jawaban "iya ane ikut" atau "sorry ane kaga bisa". pas abis ane jarkomin ada aja yg kaga ngebales kaga ngerti lagi ane gan, ane tau banget siapa orangnya. dia cowo, wakil km kelas ane kalo ga salah, nah dia itu punya cewe sekelasan juga, kemana mana nempel dah itu berdua. nah si cowo cewe ini ga ada yg ngebales satupun, udah ane telepon berkali kali tp kaga di angkat-angkat akhirnya ane putusin mereka kaga ikut. eeeh pas hari H nya mereka berdua nongol tanpa dosa, sedangkan tempat yg ane pesen udah pas, jadi aja kita sempit sempitan sekelas gara gara ini sejoli, udah kesel banget waktu itu tp untung masih sabar. sering banget tuh sampe kuliah sekarang kalo ada jarkom kumpul2 si cowo kaga bales, di tlp kaga nyaut, tapi pas hari H ada. untung cewenya sekarang jadi lumayan sering bales walaupun masih tetep tiba tiba nongol ber2 tanpa konfirmasi dulu. gimana ga kesel ane gan digituin atau ada agan sekalian yg pernah ngerasain juga kaya ane? ga usah sms jarkoman deh sms biasa aja kaga di bales sama itu orang, tp tiap kumpul pasti dia sibuk sama bbnya kagak tau ngapain

ga semua orang bisa menghargai orang lain lewat SMS. Entah itu orang yang pinter, alim, hafal Al Qur'an, atau yang lainnya. Membalas SMS adalah bentuk penghargaan bahwa kita telah menerima pesan darinya. Kita ngasih tau kalo kita mendengarkan apa yang pengirim katakan. Kita menghargai apa yang pengirim rasakan.

Lalu bagaiman kalo agan sekalian tidak punya pulsa? Seberapa mahalnya sih pulsa itu ? nominal 5 ribu juga banyak dijual.. Atau jika memang benar-benar tidak punya uang kita bisa pinjem hp saudara, tetangga, atau teman. Atau jika memang benar-benar tidak punya uang, sementara saudara, tetangga, dan teman juga amat sangat pelit untuk dimintai 1 SMS (ini amat sangat kebangetan..), jangan langsung hapus SMS itu, tetapi tetap dibalas ketika sudah isi pulsa lagi. atau jaman sekarang ngasih tau di line whatsapp kakao dsb kan masih bisa.

Membalas SMS adalah bentuk penghargaan. Menghargai sesama makhluk hidup, terutama manusia yang punya hati dan perasaan. Jangan samakan manusia dengan tembok, atau benda mati lainnya. Sedikit saja kita bisa menghargai si pengirim SMS, maka si pengirim akan bersenang hati dan menghargai kita juga. Jangan pernah sia-siakan teman, orang tua, saudara, sahabat, kenalan, atau siapapun dengan mengabaikannya. Kita tidak akan pernah tau seperti apa takdir Allah, seperti apa nasib dan bumi ini berputar. Bisa jadi suatu saat kita akan mengemis minta tolong kepada orang yang dulunya kita sepelekan dan tidak kita hargai, ato malah jodoh sama si doi


pesen ane buat agan sekalian:
baleslah setiap sms yang masuk ke hp agan yang menanyakan tentang sesuatu atau hal yg penting lainnya.

angkat telepon yang masuk, kita kaga tau isi tlp itu penting atau engganya walaupun nomer ga dikenal mungkin itu temen kita yg abis pulsa terus minjem hp orang

kalo lagi nyetir coba kepinggir dulu sebentar cari tempat agak kosong terus bales sms itu ato angkat tlpnya,
ane walaupun lagi sengebut apapun naik motor kalo ada sms masuk, line, tlp ato apa kek ane langsung rem dan cek itu hp, bales dulu ato angkat br berangkat lagi. paling 2-3 menit gan daripada sampe tujuan malah lupa.

buat agan yang pake BB, jangan ngisinya cuma paket doang, isi juga pulsa reguler karena ga semua orang punya BB ato mampu belinya. kalo agan tengah malem dirampok ato kecelakaan sendirian mau ngasih tau temen ato orang tua masa mau pake itu BBM? bisa bisa besok pagi mrk baru bacanya sedangkan agan udah sekarat di rumah sakit sendirian. naudzubillah gan

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/5264aa37feca17e53c000006/pentingnya-membalas-sms/
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

''ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN"




( Renungan untukku ,untukmu dan untuk kita semua )


Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri...

Ya ALLAH ,,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka...

Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,
Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta...

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Untuk sungguh² beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Masyar...

Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yang selalu mengingatkanku akan hari terakhirku didunia..

--Semoga Bermanfaat--

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS